Tampilkan postingan dengan label Tentang Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Hati. Tampilkan semua postingan
Kerinduan Memucuk Sepi Biru dan Hijau Memaku Aku di Temaram
Label:
Tentang Hati
"tak banyak kata dan kelaku
hanya ingin lepaskan ucap... aku sayang kamu"
pekanbarupetangenamjulisepuluh
Diposting oleh Pirawa di 16.38 2 komentar
Tulisan Buruk Rupa
Label:
Tentang Hati
tulisan buruk rupa
aku perlu menangis...
untuk membuktikan aku manusia...
aku merasa sangat sakit sekali
ketika mencoret tulisan buruk rupa
pada malam pekat, sangat pekat
isak terisak, menusuk hidung terbakar
takut apa butuh mampu untuk itu
dada sesak, mendadak sunyi dan masih terisak
sayu di relung debu berkabut jantungku
tujuh menit ini aku masih menangis
aku hanya ingin menangis... dan trus menangis
aku butuh tangis, dalam hati, dalam otak, dalam nafas
tersumbat deru
aku ingin berbuat...
aku ingin berbuat
aku ingin berbuat...
kamarkuterdahulupekanbarudibulanmeisepuluh....
Diposting oleh Pirawa di 20.31 5 komentar
Sketsa Ruang Jiwaku
Label:
Tentang Hati
Sketsa Ruang Jiwaku
Mungkin ada sisa untuk ku dihatimu
Sisa rasa meraup bahasa makna
Terderai air pagi bening sejuk dan lembut
Kubuka jendela kamarku yang masih berdebu
Menggenangi sepintas narasi dari taplak mejaku
Dengan secangkir kopi diatasnya yang belum sempat ku nikmati
Seketika raut wajah membekas diatas bantal ku yang usang
Tak kuingat kapan terakhir kali aku mencium mu
Warna beri indah bunga di sepasang matamu
Tak kulihat saat kau asing dari deretan pandang ku
Sebutir nasi yang ku telan hari ini
Apakah bisa tertelan ruang dahagaku
Apakah masih kudengar benar hatimu bergetar
Ketika kusebut nama mu
Ketika kupanggil semua kerinduan membesuk mu
Deras hujan menyangka ada yang kebasahan
Lupa akan lindungan, lupa juga teduhan
Ku butuh dermaga ku yang penghabisan
Karna ku letih mengisi air pada cangkir yang bolong
Curahan nya sia sia jadi sisa
Kulelah menahan marah
Aku ngantuk untuk tidur
Dan aku berpikir, haruskah kutumpah kan saja darahku jadi sampah
Rintikkan air mata lara ku
Membasahi sekujur alas tidurku
Kunyenyak dalam rintihan prosa ku
Meski aku jatuh, aku masih bisa memeluk tubuh ku untuk bangun
Meski aku rasa yang kemarin itu hanya dusta
Satu dari sejuta harapan ku itu
Kabulkanlah setidaknya satu dari berjuta permintaanku pada mu
Ku mohon jadilah kekasih ku
Karna cinta telah terajut jadi sulaman indah didalam ruang terdalam hatiku
Jika kuingin kau ada disamping ku
Maka hadirlah dalam dekapan ku
Jika ku larut dalam cinta ku
Maka hadirlah dalam kecupan lembut ku dibibir manis mu itu…
Mungkin ada sisa untuk ku dihatimu
Sisa rasa meraup bahasa makna
Terderai air pagi bening sejuk dan lembut
Kubuka jendela kamarku yang masih berdebu
Menggenangi sepintas narasi dari taplak mejaku
Dengan secangkir kopi diatasnya yang belum sempat ku nikmati
Seketika raut wajah membekas diatas bantal ku yang usang
Tak kuingat kapan terakhir kali aku mencium mu
Warna beri indah bunga di sepasang matamu
Tak kulihat saat kau asing dari deretan pandang ku
Sebutir nasi yang ku telan hari ini
Apakah bisa tertelan ruang dahagaku
Apakah masih kudengar benar hatimu bergetar
Ketika kusebut nama mu
Ketika kupanggil semua kerinduan membesuk mu
Deras hujan menyangka ada yang kebasahan
Lupa akan lindungan, lupa juga teduhan
Ku butuh dermaga ku yang penghabisan
Karna ku letih mengisi air pada cangkir yang bolong
Curahan nya sia sia jadi sisa
Kulelah menahan marah
Aku ngantuk untuk tidur
Dan aku berpikir, haruskah kutumpah kan saja darahku jadi sampah
Rintikkan air mata lara ku
Membasahi sekujur alas tidurku
Kunyenyak dalam rintihan prosa ku
Meski aku jatuh, aku masih bisa memeluk tubuh ku untuk bangun
Meski aku rasa yang kemarin itu hanya dusta
Satu dari sejuta harapan ku itu
Kabulkanlah setidaknya satu dari berjuta permintaanku pada mu
Ku mohon jadilah kekasih ku
Karna cinta telah terajut jadi sulaman indah didalam ruang terdalam hatiku
Jika kuingin kau ada disamping ku
Maka hadirlah dalam dekapan ku
Jika ku larut dalam cinta ku
Maka hadirlah dalam kecupan lembut ku dibibir manis mu itu…
Sketsa ruang jiwaku :
disaat hatiku yang berpikir melebihi kemampuan otakku, aku mulai meletakkan jari – jemari ku di papan tombol ini, khayalan ku melebihi segala yang aku rasa saat aku menuliskan tulisan ini,”ku mohon jadilah kekasih ku”,semacam bentuk permohonan kepada siapa saja wanita yang tlah membuatku jatuh cinta,mungkin sekarang, besok, atau tahun depan aku jatuh cinta. Dan aku tak kan pernah tau kapan aku jatuh cinta lagi. Dan saat aku jatuh cinta aku hanya ingin mencintai dan menyayangi perempuanku dengan sepenuh hati dan setulus aku mencintainya. Akan kuberi puisi ini padanya…..
disaat hatiku yang berpikir melebihi kemampuan otakku, aku mulai meletakkan jari – jemari ku di papan tombol ini, khayalan ku melebihi segala yang aku rasa saat aku menuliskan tulisan ini,”ku mohon jadilah kekasih ku”,semacam bentuk permohonan kepada siapa saja wanita yang tlah membuatku jatuh cinta,mungkin sekarang, besok, atau tahun depan aku jatuh cinta. Dan aku tak kan pernah tau kapan aku jatuh cinta lagi. Dan saat aku jatuh cinta aku hanya ingin mencintai dan menyayangi perempuanku dengan sepenuh hati dan setulus aku mencintainya. Akan kuberi puisi ini padanya…..
Pekanbaru, 23 3 06
Diposting oleh Pirawa di 17.47 2 komentar
Yang Dulu dan Yang Tak Tergantikan
Label:
Tentang Hati
Dulu hanya cerita bukan nyata, tapi kini hanya tinggal omongan semata. Malu tapi mau untuk menulis lagi. Syair takkan pernah lepas dari ku hingga kini sampai saat ini itu ada...akulah raja atas diriku yang tak berpermaisuri, Sampai terlepas nyawa ini dari raga maka aku akan henti. Pemikiran kadang merusak, kadang bijak, kadang pula mengelak. Dan Cinta pun Mulai hadir di tengah pasang surut gelisah pernah disampingku.
Larut itu akan tenggelam
dalam kabut genta yang telah lalu ada...
Surya itu sirna
dalam gelap, dalam nadi, dalam dalam betul...
entahlah...tiba waktu itu tak sengaja tau...
Mungkin ada dan entahlah,,,
dalam kabut genta yang telah lalu ada...
Surya itu sirna
dalam gelap, dalam nadi, dalam dalam betul...
entahlah...tiba waktu itu tak sengaja tau...
Mungkin ada dan entahlah,,,
Pekanbaru, saat ini..
"Maryo dengan sajak tak berguna.."
"Maryo dengan sajak tak berguna.."
Yang Dulu dan Yang Tak Tergantikan adalah aku tetap menulis...dan trus ada.....
Diposting oleh Pirawa di 03.50 1 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)