Tampilkan postingan dengan label Tentang Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Hati. Tampilkan semua postingan

Kerinduan Memucuk Sepi Biru dan Hijau Memaku Aku di Temaram

"tak banyak kata dan kelaku
hanya ingin lepaskan ucap... aku sayang kamu"


pekanbarupetangenamjulisepuluh

Tulisan Buruk Rupa

tulisan buruk rupa

aku perlu menangis...
untuk membuktikan aku manusia...
aku merasa sangat sakit sekali
ketika mencoret tulisan buruk rupa
pada malam pekat, sangat pekat

isak terisak, menusuk hidung terbakar
takut apa butuh mampu untuk itu
dada sesak, mendadak sunyi dan masih terisak
sayu di relung debu berkabut jantungku

tujuh menit ini aku masih menangis

aku hanya ingin menangis... dan trus menangis
aku butuh tangis, dalam hati, dalam otak, dalam nafas
tersumbat deru

aku ingin berbuat...
                       aku ingin berbuat
                                                      aku ingin berbuat...


kamarkuterdahulupekanbarudibulanmeisepuluh....

Sketsa Ruang Jiwaku

Sketsa Ruang Jiwaku

Mungkin ada sisa untuk ku dihatimu
Sisa rasa meraup bahasa makna
Terderai air pagi bening sejuk dan lembut
Kubuka jendela kamarku yang masih berdebu
Menggenangi sepintas narasi dari taplak mejaku
Dengan secangkir kopi diatasnya yang belum sempat ku nikmati

Seketika raut wajah membekas diatas bantal ku yang usang
Tak kuingat kapan terakhir kali aku mencium mu
Warna beri indah bunga di sepasang matamu
Tak kulihat saat kau asing dari deretan pandang ku

Sebutir nasi yang ku telan hari ini
Apakah bisa tertelan ruang dahagaku
Apakah masih kudengar benar hatimu bergetar

Ketika kusebut nama mu
Ketika kupanggil semua kerinduan membesuk mu

Deras hujan menyangka ada yang kebasahan
Lupa akan lindungan, lupa juga teduhan
Ku butuh dermaga ku yang penghabisan
Karna ku letih mengisi air pada cangkir yang bolong
Curahan nya sia sia jadi sisa
Kulelah menahan marah
Aku ngantuk untuk tidur
Dan aku berpikir, haruskah kutumpah kan saja darahku jadi sampah
Rintikkan air mata lara ku
Membasahi sekujur alas tidurku
Kunyenyak dalam rintihan prosa ku
Meski aku jatuh, aku masih bisa memeluk tubuh ku untuk bangun
Meski aku rasa yang kemarin itu hanya dusta

Satu dari sejuta harapan ku itu
Kabulkanlah setidaknya satu dari berjuta permintaanku pada mu

Ku mohon jadilah kekasih ku
Karna cinta telah terajut jadi sulaman indah didalam ruang terdalam hatiku

Jika kuingin kau ada disamping ku
Maka hadirlah dalam dekapan ku
Jika ku larut dalam cinta ku
Maka hadirlah dalam kecupan lembut ku dibibir manis mu itu…


Sketsa ruang jiwaku :
disaat hatiku yang berpikir melebihi kemampuan otakku, aku mulai meletakkan jari – jemari ku di papan tombol ini, khayalan ku melebihi segala yang aku rasa saat aku menuliskan tulisan ini,”ku mohon jadilah kekasih ku”,semacam bentuk permohonan kepada siapa saja wanita yang tlah membuatku jatuh cinta,mungkin sekarang, besok, atau tahun depan aku jatuh cinta. Dan aku tak kan pernah tau kapan aku jatuh cinta lagi. Dan saat aku jatuh cinta aku hanya ingin mencintai dan menyayangi perempuanku dengan sepenuh hati dan setulus aku mencintainya. Akan kuberi puisi ini padanya…..
Pekanbaru, 23 3 06

Yang Dulu dan Yang Tak Tergantikan

Dulu hanya cerita bukan nyata, tapi kini hanya tinggal omongan semata. Malu tapi mau untuk menulis lagi. Syair takkan pernah lepas dari ku hingga kini sampai saat ini itu ada...akulah raja atas diriku yang tak berpermaisuri, Sampai terlepas nyawa ini dari raga maka aku akan henti. Pemikiran kadang merusak, kadang bijak, kadang pula mengelak. Dan Cinta pun Mulai hadir di tengah pasang surut gelisah pernah disampingku.



Larut itu akan tenggelam
dalam kabut genta yang telah lalu ada...

Surya itu sirna
dalam gelap, dalam nadi, dalam dalam betul...

entahlah...tiba waktu itu tak sengaja tau...
Mungkin ada dan entahlah,,,

Pekanbaru, saat ini..
"Maryo dengan sajak tak berguna.."

Yang Dulu dan Yang Tak Tergantikan adalah aku tetap menulis...dan trus ada.....

Karya Terbaru



Akulah Yang Mati

Hidupku adalah hendak berlayar dengan angin dan cadik tanpa layar, serta tanpa dayung sebagai pengayuh. Terombang-ambing bukan penentu arah hingga percaya betul dengan angin dan udara yang berhembus. Lantaran iya terlalu bijak untuk memberikanku ruang agar bisa bernafas...

Pengikut

Stats Jiwa

My Popularity (by popuri.us)

Memilah Belah

Junjungan Minda

Berpikir dengan otak yang tak mampu menterjemahkan kalimat demi kalimat dan harus dengan hati dan pikiran...

 
BertuahPos.Com